Prinsip Dasar

PRINSIP DASAR KODE ETIK PENELITIAN

  1. Menghormati individu (Respect for persons) yaitu Menghormati otonomi (Respect for autonomy): menghargai kebebasan seseorang terhadap pilihan sendiri. Melindungi subyek penelitian (Protection of persons): melindungi individu/subyek penelitian yang memiliki keterbatasan atau kerentanan dari eksploitasi dan bahaya.
  2. Kemanfaatan (Beneficience): kewajiban secara etik untuk memaksimalkan manfaat dan meminimalkan bahaya. Semua penelitian harus bermanfaat bagi masyarakat. Desain penelitian harus jelas. Peneliti yang bertanggung jawab harus mempunyai kompetensi yang sesuai
  3. Berkeadilan (Distributive justice): Keseimbangan antara beban dan manfaat ketika berpartisipasi dalam penelitian. Setiap individu yang berpartisipasi dalam penelitian harus di perlakukan sesuai dengan latar belakang dan kondisi masing- masing. Perbedaan perlakuan antara satu individu/kelompok dengan lain dapat dibenarkan bila dapat dipertanggung jawabkan secara moral dan dapat diterima oleh masyarakat.

Pada hakekatnya, penelitian yang melibatkan manusia bertujuan untuk menemukan hal baru yang bermanfaat bagi manusia. Secara etik, suatu penelitian baru dapat dipertanggungjawabkan jika dilakukan dengan menghargai dan melindungi serta berlaku adil terhadap subyek penelitian sesuai dengan norma-norma yang berlaku di dalam masyarakat, dimana penelitian tersebut dilaksanakan. Penelitian yang tidak valid secara ilmiah, berisiko tidak bermanfaat bagi manusia, maka dapat dikategorikan tidak etis.

Terkait dengan upaya penegakan prinsip-prinsip dasar etik, perlu ada Komisi Independen baik dalam skala institusional maupun nasional untuk melakukan penilaian dan pengawasan dalam pelaksanaan etik penelitian kesehatan. Kami dari Komisi Etik Penelitian Kesehatan FKIK UMY melakukan fungsi penilaian terhadap pengawasan suatu penelitian kesehatan.